Bawang merah termasuk bahan dapur yang hampir selalu dibutuhkan untuk memasak. Namun, jika disimpan sembarangan, bawang bisa cepat bertunas, mengering, berjamur, atau membusuk sebelum sempat digunakan.
Kondisi ini tentu merugikan, terutama jika membeli bawang dalam jumlah banyak untuk persediaan beberapa minggu.
Cara menyimpan bawang merah agar tahan lama sebenarnya tidak sulit. Kuncinya terletak pada pemilihan bawang yang berkualitas, kondisi tempat penyimpanan, sirkulasi udara, serta cara menangani bawang sebelum disimpan.
Dengan langkah yang tepat, bawang merah dapat bertahan lebih lama tanpa harus menggunakan bahan pengawet.
Cara Menyimpan Bawang Merah agar Tahan Lama
Ada beberapa cara sederhana yang bisa diterapkan di rumah untuk menjaga kualitas bawang merah. Pilih metode yang sesuai dengan kondisi dapur dan jumlah bawang yang ingin disimpan.
1. Pilih Bawang Merah yang Kering dan Berkualitas

Sebelum disimpan, periksa kondisi setiap bawang merah. Pilih bawang yang kulitnya kering, teksturnya padat, dan tidak memiliki bercak mencurigakan.
Hindari menyimpan bawang yang sudah lembek, berair, berjamur, atau mengeluarkan bau tidak sedap. Satu bawang yang membusuk dapat meningkatkan risiko kerusakan pada bawang lain di sekitarnya.
Jika membeli bawang dari pasar, perhatikan juga apakah bagian leher dan kulit luarnya sudah cukup kering. Bawang yang masih basah atau baru dipanen mungkin memerlukan proses pengeringan terlebih dahulu sebelum disimpan dalam waktu lama.
2. Simpan di Tempat Kering dan Memiliki Sirkulasi Udara
Kelembapan berlebih merupakan salah satu penyebab bawang merah cepat rusak. Karena itu, hindari meletakkannya di tempat tertutup yang pengap atau dekat sumber air.
Gunakan keranjang berlubang, wadah berjaring, atau tampah bersih agar udara bisa mengalir di antara bawang.
Sebaiknya jangan menumpuk bawang terlalu tinggi karena bagian bawahnya bisa tertekan dan sulit mendapatkan sirkulasi udara yang cukup.
Pilih lokasi yang sejuk, kering, dan tidak terkena sinar matahari langsung. Area dapur yang lembap, dekat kompor, atau berdekatan dengan wastafel sebaiknya dihindari.
3. Jangan Mencuci Bawang Merah Sebelum Disimpan

Mencuci bawang sebelum disimpan dapat meninggalkan kelembapan pada permukaan dan sela-sela kulitnya. Kondisi tersebut membuat bawang lebih mudah berjamur atau membusuk jika tidak segera dikeringkan.
Jika terdapat tanah yang menempel, bersihkan dengan menggosok kulit luar secara perlahan menggunakan tangan atau kain kering. Lakukan sesaat sebelum bawang digunakan jika kotorannya sulit dihilangkan.
Apabila bawang terlanjur terkena air, keringkan terlebih dahulu sampai benar-benar tidak lembap sebelum memasukkannya ke wadah penyimpanan.
4. Gunakan Wadah yang Tidak Kedap Udara
Wadah penyimpanan berpengaruh besar terhadap ketahanan bawang merah. Kantong plastik tertutup rapat dan wadah tanpa ventilasi dapat memerangkap kelembapan sehingga bawang lebih cepat rusak.
Untuk penyimpanan sehari-hari, gunakan keranjang bambu, wadah berlubang, atau kantong jaring yang bersih. Pastikan wadah tidak bersentuhan langsung dengan lantai yang lembap.
Hindari pula meletakkan bawang di dalam kantong belanja yang terikat rapat selama berhari-hari. Jika harus menggunakan wadah plastik, pilih yang memiliki lubang ventilasi dan jangan mengisinya secara berlebihan.
5. Pisahkan Bawang yang Rusak atau Terluka

Bawang merah yang kulitnya terkelupas, terpotong, atau mengalami benturan lebih rentan mengalami kerusakan. Pisahkan bawang seperti ini dari bawang yang masih utuh.
Periksa persediaan secara berkala, misalnya setiap dua atau tiga hari. Buang bawang yang mulai berjamur atau membusuk, kemudian periksa bawang di sekitarnya.
Kebiasaan sederhana ini membantu mencegah kerusakan menyebar dan membuat persediaan lebih mudah dikontrol.
Apakah Bawang Merah Sebaiknya Disimpan di Kulkas?
Bawang merah utuh yang masih memiliki kulit kering umumnya lebih cocok disimpan di tempat sejuk, kering, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
Kulkas bukan pilihan utama untuk penyimpanan bawang utuh dalam jumlah banyak karena kondisi lembap dapat memengaruhi kualitasnya.
Namun, bawang merah yang sudah dikupas atau dipotong sebaiknya disimpan dalam wadah bersih dan tertutup di dalam kulkas.
Simpan pada suhu sekitar 4 derajat Celsius atau lebih rendah untuk memperlambat pertumbuhan mikroorganisme.
Sebagai panduan praktis, bawang yang sudah dikupas sebaiknya segera digunakan dan tidak dibiarkan berhari-hari pada suhu ruang. Bawang yang telah dipotong juga perlu segera didinginkan setelah persiapan.
Jika ingin menyimpan bawang kupas lebih lama, pembekuan dapat menjadi pilihan. Teksturnya mungkin berubah setelah dicairkan, sehingga bawang beku lebih cocok digunakan untuk masakan matang daripada hidangan yang membutuhkan tekstur bawang segar.
Berapa Lama Bawang Merah Bisa Bertahan?

Ketahanan bawang merah bergantung pada tingkat kekeringan saat disimpan, kondisi awal, suhu, dan sirkulasi udara. Tidak ada batas waktu yang benar-benar sama untuk setiap persediaan.
Berikut gambaran praktis untuk membantu menentukan metode penyimpanan.
| Kondisi bawang | Metode penyimpanan | Perkiraan ketahanan |
|---|---|---|
| Bawang utuh dan kering | Tempat sejuk, kering, dan berventilasi | Beberapa minggu hingga beberapa bulan |
| Bawang utuh dalam kondisi lembap | Wadah tertutup atau tempat pengap | Lebih cepat rusak |
| Bawang sudah dikupas | Wadah tertutup di kulkas | Umumnya beberapa hari |
| Bawang sudah dipotong | Wadah tertutup di kulkas | Sebaiknya digunakan dalam beberapa hari |
| Bawang yang dibekukan | Wadah atau kantong khusus freezer | Dapat bertahan beberapa bulan untuk kualitas terbaik |
Perkiraan tersebut bukan jaminan. Selalu periksa kondisi bawang sebelum digunakan dan ikuti panduan keamanan pangan, terutama untuk bawang yang sudah dikupas atau dipotong.
Kesalahan yang Membuat Bawang Merah Cepat Busuk
Selain mengetahui cara penyimpanan yang benar, penting juga untuk menghindari kebiasaan yang dapat memperpendek masa simpan bawang.
Beberapa kesalahan yang perlu diperhatikan antara lain:
- Menyimpan bawang dalam keadaan basah. Sisa air meningkatkan risiko pertumbuhan jamur dan pembusukan.
- Menggunakan wadah tertutup rapat untuk bawang utuh. Udara yang terperangkap dapat meningkatkan kelembapan.
- Menumpuk bawang terlalu banyak. Tekanan dan minimnya sirkulasi udara dapat mempercepat kerusakan.
- Menyimpan dekat sumber panas. Suhu yang terlalu tinggi dapat mempercepat penurunan kualitas.
- Mencampur bawang segar dengan bawang busuk. Bawang yang rusak dapat mencemari atau merusak persediaan di sekitarnya.
- Membiarkan bawang kupas terlalu lama di suhu ruang. Bawang yang sudah kehilangan kulit pelindungnya memerlukan penanganan lebih hati-hati.
Dengan menghindari kesalahan tersebut, persediaan bawang merah dapat lebih awet dan tidak mudah terbuang.
Tips agar Persediaan Bawang Merah Lebih Hemat
Jika sering membeli bawang merah dalam jumlah banyak, sesuaikan jumlah pembelian dengan kebutuhan memasak. Membeli dalam jumlah besar memang bisa menghemat biaya, tetapi keuntungan tersebut berkurang jika sebagian bawang akhirnya membusuk.
Simpan bawang utuh di tempat yang sesuai dan ambil secukupnya setiap kali memasak. Untuk kebutuhan yang sudah diketahui, sebagian bawang bisa dikupas dan dipotong, kemudian disimpan dalam wadah tertutup di freezer agar lebih praktis digunakan untuk masakan matang.
Jangan lupa memberi jarak antara bawang dan bahan dapur lain yang dapat membuat tempat penyimpanan menjadi lembap. Lakukan pemeriksaan rutin agar bawang yang perlu segera digunakan tidak tertinggal sampai rusak.
Kesimpulan
Cara menyimpan bawang merah agar tahan lama berawal dari pemilihan bawang yang berkualitas, memastikan kondisinya kering, serta menggunakan tempat penyimpanan yang sejuk dan memiliki sirkulasi udara.
Bawang utuh sebaiknya tidak dicuci sebelum disimpan, sedangkan bawang yang sudah dikupas atau dipotong perlu dimasukkan ke wadah tertutup dan disimpan di kulkas.
Dengan menerapkan kebiasaan tersebut, persediaan bawang merah bisa bertahan lebih lama, lebih mudah dipantau, dan tidak cepat terbuang.
Kuncinya bukan sekadar memilih wadah, melainkan menjaga kondisi bawang tetap kering, memeriksanya secara rutin, dan menggunakan metode penyimpanan yang sesuai dengan bentuk bawang.

